IBEX | Indonesia Banking Expo
Tentang IBEX

Sambutan Ketua Umum PERBANAS

Sebagaimana diketahui, dewasa ini dunia usaha, mulai dari perusahaan telekomunikasi, transportasi, dan ritel, diramaikan dengan misi yang sama, yaitu mengusung inovasi pengembangan teknologi dan digital seiring dengan perubahan perilaku konsumen dalam mengadopsi teknologi baru.

Demikian juga dengan dunia keuangan dan perbankan yang tidak luput dari disrupsi digital, hanya masalah siapa yang lebih dulu mengimplementasi dan sejauh mana mereka bertransformasi. Perubahan ini diharapkan mampu mengubah paradigma klasik bahwa perbankan adalah industri yang kaku karena terbentur sistem serta regulasi yang ketat.

perbankan digital dianggap menjadi cara baru berbisnis karena lebih efektif dan efisien. Cara ini bukan hanya sekedar mendigitalisasi produk yang sudah ada, tapi mengubah pola pikir dan solusi menjadi digital sesuai perilaku dan kebutuhan masyarakat. Selain perilaku masyarakat, tidak kalah penting adalah perilaku karyawan karena dengan transformasi ini kita juga harus siap mendefinisikan kembali peran setiap karyawan di bank.

Pada tahun 2017, sejumlah bank besar di Indonesia dikabarkan mengeluarkan anggaran investasi sebesar 1–4 trilyun rupiah pada teknologi digital untuk mengembangkan digital banking (Kontan, 2017). Masyarakat Indonesia sebelumnya telah mengenal digital banking  dalam bentuk layanan perbankan elektronik seperti ATM, EDC, internet banking, mobile banking, SMS banking, dan phone banking. Pada tahun 2015 dan 2016, mulai berkembang layanan keuangan berbasis teknologi digital yaitu payment channel, online/digital insurance, Peer-to-Peer (P2P) Lending, dan crowdfunding. Layanan tersebut tidak hanya diperkenalkan dan disediakan oleh bank, tetapi juga industri telekomunikasi dan perusahaan startup dalam bentuk teknologi keuangan.

Secara internal, penguasaan teknologi akan mendukung kegiatan operasional perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien, karena dapat menyederhanakan, mempermudah, dan mengontrol proses dengan sumber daya manusia yang terbatas. Dengan teknologi, sebuah bank mampu mempersingkat proses pengajuan aplikasi kredit, sehingga kredit dan fasilitas yang telah dijanjikan dapat segera dinikmati oleh nasabah. Selain itu, kualitas layanan yang diberikan kepada konsumen tentunya dapat lebih baik karena dokumen yang dibutuhkan lebih sederhana yang didukung oleh integrasi data dan automasi. Semua hal ini berpotensi menurunkan biaya operasional sampai dengan 60% per aplikasi.

Teknologi dalam sistem manajemen informasi juga akan mempermudah bank dalam menyimpan, merekam, dan menganalisis data nasabah, sehingga membantu bank dalam menjaga hubungan konsumen, mengatasi keluhan konsumen, dan mengembangkan produk/layanan yang lebih sesuai sehingga pelayanan dapat dilakukan secara menyeluruh, terpadu, dan efisien.

Melalui Indonesia Banking Expo 2017 yang bertemakan “Transformasi Industri perbankan , Jawaban terhadap Revolusi Teknologi Digital” kami ingin seluruh pemangku kepentingan di industri perbankan dan masyarakat umum menyaksikan bahwa terjawab sudah transformasi teknologi digital yang telah dilakukan oleh industri perbankan .

Akhirnya kami berharap kesempatan berharga ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kita semua untuk membangun komunikasi yang intens antara seluruh peserta dan pengunjung, guna terciptanya sistem perbankan yang efektif, efisien, dan sehat.

Tidak lupa pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam Indonesia Banking Expo 2017.

Semoga Tuhan YME melindungi kita semua.
Salam hangat,



Kartika Wirjoatmodjo
Ketua Umum PERBANAS

 

Updated by @ibextwit

Sekretariat IBEX 2017

 

Contact person

  

 

Quick links

 

Copyrights © 2017. Indonesia Banking Expo. All Rights Reserved.